LATAR BELAKANG

Layanan informasi merupakan salah satu jenis layanan dalam bimbingan konseling di sekolah yang amat penting guna membantu siswa agar dapat terhindar dari berbagai masalah yang dapat mengganggu terhadap pencapaian perkembangan siswa, baik yang berhubungan dengan diri pribadi, sosial, belajar ataupun kariernya., Melalui layanan informasi diharapkan para siswa dapat menerima dan memahami berbagai informasi, yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan siswa itu sendiri.

Seorang siswa dalam kehidupannya akan dihadapkan dengan sejumlah alternatif, baik yang berhubungan kehidupan pribadi, sosial, belajar maupun kariernya. Namun, adakalanya siswa mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan dalam menentukan alternatif mana yang seyogyanya dipilih. Salah satunya adalah kesulitan dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan rencana-rencana karier yang akan dipilihnya kelak. Mereka dihadapkan dengan sejumlah pilihan dan permasalahan tentang rencana kariernya. Diantaranya, mereka mempertanyakan, dari sejumlah jenis pekerjaan yang ada, pekerjaan apa yang paling cocok untuk saya kelak setelah menamatkan pendidikan ?

Kesulitan-kesulitan untuk mengambil keputusan karier akan dapat dihindari manakala siswa memiliki sejumlah informasi yang memadai tentang hal-hal yang berhubungan dengan dunia kariernya. Untuk itulah, mereka seyogyanya dapat dibimbing guna memperoleh pemahaman yang memadai tentang berbagai kondisi dan karakteristik dirinya, baik tentang bakat, minat, cita-cita, berbagai kekuatan serta kelemahan yang ada dalam dirinya. Dalam hal ini, tentunya tidak cukup hanya sekedar memahami diri. Namun juga harus disertai dengan pemahaman akan kondisi yang ada dilingkungannya, seperti kondisi sosio-kultural, pasar kerja, persyaratan, jenis dan prospek pekerjaan, serta hal-hal lainnya yang bertautan dengan dunia kerja. Sehingga pada gilirannya siswa dapat mengambil keputusan yang terbaik tentang kepastian rencana karier yang akan ditempuhnya kelak.

BAHAN BACAAN

Pada hari jumat, tepatnya pada tanggal 24 saya beserta teman-teman saya harus berkumpul dikampus tidung FIP UNM guna mempersiapkan keberangkatan kami dalam sala satu kegiatan mata kuliah kami yaitu bernama ” PRAKTEK KERJA LAPANGAN BIMBINGAN KARIER” yang tempatnya berada di TANAH TORAJA UTARA. Setelah saya sampai dikampus, saya melihat teman-teman sementara mempersiapkan semua hal-hal yang menyangkut tentang kebutuhan kami selama di TATOR UTARA. Baik itu berupa air mineral,transportasi, penginapan,catering dan para pendamping yang akan membimbing kami selama di TANAH TORAJA UTARA.

Kegiatan ”PRAKTEK KERJA LAPANGAN BIMBINGAN KARIER”  yang kami akan lakukan berlangsung 3 hari 2 malam dan adapun dosen yang mendampingi kami selama ada diTATOR yaitu Dr.Abdullah Sinring,M.Pd, Dr. Farida Aryani,M.Pd, Syahril Buckhori,S.Pd dan satu lagi Ipar dari Pak sinring. Mobil yang kami tumpangi 2 nama mobil itu adalah Rappan Marannu dan Efata dan setelah menempuh kurang lebih 10 jam akhirnya kami sampai ditempat tujuan dengan selamat dan kami menginap di wisma tanah bua dengan 17 kamar ditempati oleh teman-teman 1 kamar untuk pembimbing.

Pagi hari kami pun sarapan dengan pesanan catering dari rumah makan Muslim Mitra, setelah itu kami melanjutkan kegiatan menuju kantor bupati untukmenyambut kedatangan kami, sungguh menggembirakan disambut pemerintah daerah toraja walaupun sesampai disana pihak protokol pemkab toraja tidak menjadwalkan pertemuan dengan bupati namun penyambutan tetap berjalan dan akhirnya penyambutan berlangsung. Disela-sela proses sambutan kami mencoba mengkonsep pertanyaan untuk pihak pemreintah. Sekitar 2 jaman lebih kami ditempat itu dan setelah itu kami langsung mengunjungi tempat wisata yaitu kete’kesu dimana tempat ini terdapat rumah adat khas toraja yaitu tongkonan dan penjual ole’ole khas toraja ditempat ini pula terdapat berbagai peti mati dan tengkorak ditemani beberapa batang rokok dan beberapa uang logam .

Hampir 2 jaman berada ditempat itu dan kami pun melanjutkan ketempat lain selanjutnya kami mengunjungi acara warga toraja yaitu TEDONG SILAGA, kerbau yang diadu berkelahi, antusias masyarakat toraja sangat baik dan kami menikmati sekali acara itu soalnya merupakan pengalaman baru buat kami melihat acara itu.

Meilhat waktu sudah sore akhirnya pun kami meninggalkan tempat itu dan menuju tempat kunjungan selanjutnya, tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah PALLAWA, tempat ini terdapat rumah adat khas roraja yang sring dinamakan tongkonan yang berjejeran dan besar dan kelihatan agak ketuaan, nampak beda di tempat yang kami kunjungi sebelumnya, rumah adat yang sungguh sangat cantik dan originil, hampir 2 jaman ditempat itu dan akhirnhya pun kami meniggalkan tempat itu dengan alasan shalat magrib pun telah tiba dan kami pun menuju tempat penginapan istirahat untuk melanjutkan kegiatan esok harinya.

Esok harinya kami menuju ke tempat wisata yang bernama LONDA’ tempat ini terdapat kuburan masyrakat tana toraja yang ditempatkan sesuai dengan marganya masing-masing, ditempat ini pula banyak replika orang-orang asli tana toraja dan tak tidak terlupa tulang belulang berserakan dan ditemani berbagai batang rokok dan uang logam namun ada hal yang unik kami lihat ditempat ini, ada mayat yang dikuburkan sekitar 4 bulanan dan kami pun melihat mayat itu, tampak sekali perbedaanya. Setelah beberapa jam ditempat itu kami meninnggalkan tempat itu dan menuju makassar, diperjalanan pulang kami pun singgah di rumah teman dan sekitaran gunung nona, sungguh pengalaman yang tak terlupakan dan akhirya kami meniggalkan toraja dengan penuh pengalaman yang didapat dan membawa ole’ole khas toraja.

MODUL “KESENIAN TRADISIONAL”

Learning Unit

Tujuan dan Kegiatan

Learning Unit 1.1 TEDONG SILAGA’
Tujuan
  1. Sebagai hiburan untuk masyarakat toraja
  2. Memperingati kematian warga toraja
Kegiatan
  1. Menonton kerbau yang beradu
  2. Mengamati masyarakat toraja utara yang antusias menikmati acara ini
  3. Mencatat hal-hal unik yang terjadi sekitaran acara itu sebagai bahan referensi
Kriteria pencapaian
  1. Mampu menangkap makna dalam acara ini
  2. Memahami budaya tana toraja terkhusus dalam pada acara ini
  3. Mendapat ilmu pengetahuan mengenai bagaimana Tedong silaga itu

 

Learning Unit 1.2 TARIAN PA’GELLU
Tujuan
  1. Menghibur tamu-tamu pejabat dan masyarakat sekitar daerah bila ada acara atau kegiatan.
  2. Tarian pembuka bila ada kegiatan/acara di tana toraja
Kegiatan
  1. Menikmati berbagai tarian yang mempunyai makna setiap gerakan
  2. Berusaha mencari makna dari tarian itu
  3. Berusaha meniru bagaimana tarian itu dan diaplikasikan
Kriteria Pencapaian
  1. Mendaptkan makna dari tarian pa’gellu
  2. Mampu mengaplikasikan tarian itu
  3. Menjadikan tarian itu sebagai tarian pembukaan jika ada kegiatan/acara
Learning Unit 1.3 SENI UKIR ( Pa’tedong, Neg Limbongan,paqbarre allo,paqkapuq baka,paqkadang pao,paqbulu londong,paqtangko pattung,paqtandunk reqpe,paqpolloq gayang,paqulu gayang dan paqkollong buqkuq)
Tujuan Mencirikan budaya seni ukir masyarakat tana toraja
Kegiatan
  1. Melihat bentuk-bentuk seni ukir
  2. Mencari makna dibalik seni ukir khas tana toraja
  3. Mengajukan pertanyaan pada pemahak seni ukir
Kriteria Pencapaian
  1. Bahan rujukan tentang bentuk seni ukir
  2. Menemukan makna dari setiap seni ukir khas tana toraja
  3. Mendapat jawaban dan ilmu pengetahuan bagi penanya

L.K 1 TEDONG SILAGA’

Tedong silaga adalah merupakan acara masyarakat toraja utara untuk memperingati kematian warga toraja yang dengan mengadukan kerbau-kerbau.

L.K 2 TARI PAGELLU

Gellu’ Pangala’ adalah salah satu tarian tradisional dari Tana Toraja yang dipentaskan pada acara pesta “Rambu Tuka” juga tarian ini ditampilkan untuk menyambut para patriot atau pahlawan yang kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan. Tetapi tarian ini tabu atau pamali dipentaskan pada acara “Rambu Solo”.

L.K 3 SENI UKIR

A. Pa’tedong

Tedong berarti kerbau ukiran ini menyerupai tanduk kerbau dan dimaknai sebagai lambang kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat semua dan keluarga.

\

B. Neg Limbongan

Orang toraja meyakini bahwa nama ini diambil dari nama leluhur mereka yakni limbongan yang diperkirakan hidup pada 3000 tahun yang lalu, sedang  “danau, dalam pengertian orang toraja,limbongan berarti sumber mata pernah kering sehiongga menjadi sumber kehidupan. Oleh karena itu motif ukuran ini berbentuk aliran air yang memutar dengan panah di keempat arah mata angin. Motif ini dimaknai bahwa rejeki akan datang dari 4 penjuru kebaikan mataair yang bersatu dalam danau dan memberi kebahagiaan

C. Paqbarre allo

Barre artinya bulatan dan allo artinya matahari ukiran jenis ini menyerupai bulatan matahari dengan pancaran sinarnya dan biasanya ada di salah satu bagian belakang atau depan rumah di bawah ukirazn paqmanuk londong yang berbentuk segitiga. Ukiran ini dimaknai sebagai ilmu pengetahuan dan kearifan yang menerangi layaknya matahari.

D. paqkapuq baka

Kapuq artinya ikatan dan baka artinya bakul atau keranjang motif ukiran ini menyerupai ikatan pada penutup bakul (tempat penyimpanan pakaian) yang bagi orang toraja dianggap sakral. Jika ikatan  bakul berubah, dipercaya bahwa ada yang yang ada didalamnya. Ukiran ini dimaknai sebagai harapan agar keturunan senantiasa bersatu dan senantiasa hidup damai dan sejatera.

E. Paqkadang pao

Nama ini berarti kait mangga. Oleh karena itu, ukiran  ini berbentuk seperti kain penjolok yang digunakan untuk mengambil mangga. Ukiran ini dimaknai bahwa untuk mengaitkan harta benda kerumah harus dengan cara jujur dan perlu kerjasama di lingkungan keluarga atau masyarakat.

F. Paqbulu londong

Kata londong berarti ayam jantan sehingga ukiran ini menyerupai rumbai bulu ayam jantan. Ukiran ini  dimaknai sebagai lambang keperkasaan dan kearifan laki-laki atau pemimpin

G. Paqtangko pattung

Istilah ini berarti menyerupai paku bambu yang biasa digunakan untuk mengaitkan tiang bangunan. Ukiran ini melambangkan kebesaran toraja dan lambang persatuan yang kokoh seperti paku bambu.

H. paqtandunk reqpe

Tanduk Reqpe berarti tanduk yang menggelayut ke bawah seperti ranting pohon yang keberatan buah”  ukiran yang menyerupai tanduk kerbau ini melambangkan perjuangan dan jerih payah.

  1. paqulu gayang

Polloq artinya ekor sedangkan artinya keris emas ukiran jenis ini menyerupai bagian kepala keris emas dan melambangkan perjuangan dalam mencari harta,terutama emas.

J. Paqpolloq gayang

Ulu bagian kepala dan gayang artinya ekor sedangkan gayang artinya emas ukiran yang menyerupai rumbai ekor penghias kerja emas bangsaswan toraja ini melambangkan kebesaran,kedamaian dan kemudahan rejeki.

K. paqkollong buqkuq

Istilah ini berarti leher burung terukur ukiran ini menyerupai leher terukur dan melambangkan kejujuran.

 

Lampiran-lampiran