BAB I

PENDAHULUAN

“Habis madu sepah dibuang” begitulah ungkapan yang dapat diberikan kepada keadaan ini yaitu orang tua banyak ditempatkan di rumah orang tua atu panti jompo.  Anak mereka beranggapan bahwa meletakkan mereka di rumah ini lebih elok dan baik kepada mereka. Tetapi ini bukanlah jawaban yang terbaik bagi dewasa akhir ini. Sebenarnya mereka lebih gemar tinggal di rumah sendiri atau anak mereka yang menjaga mereka hingga akhir hayat mereka, bukannya di panti jompo. cobalah kita bayangkan apabila kita berada di tempat mereka, ditinggalkan di rumah orang tua tanpa belaian kasih sayang.

Andainya individu dipanjangkan umurnya,berkesempatan ia untuk melalui tahap terakhir dalam putaran kehidupan manusia yaitu apabila dapat berada di tahap lanjut usia atau di Malaysia lebih dikenali sebagai “usia emas”. Di Jepang, orang tua mereka didapati mempunyai umur hayat yang lebih panjang berbanding dengan masyarakat lanjut usia di negara-negara lain. Mungkin ini berlaku karena berbagai faktor yang ada.
Dalam kebanyakan masyarakat, menjadi tua membawa berbagai konotasi negatif. Sebagaimana dengan konsep kematian, umur tua kadang kala menjadi tabu. Dalam masyarakat yang mengamalkan sikap positif seperti penyayang, usia tua disenangi oleh mayoriti ahli masyarakat dan orang-orang tua dan mereka dikenali dengan panggilan tuawan, lanjut usia, warga tua(senior citizens), tahap umur keemasan (golden-agers), tahap umur menuai (harvest years) dan sebagainya.

Perkembangan masa dewasa akhir atau usia lanjut, membawa penurunan fisik yang lebih besar dibandingkan dengan periode-periode usia sebelumnya. Kita akan mencatat rentetan perubahan perubahan dalam penurunan fisik yang terkait dengan penuaan, dengan penekanan pentingnya perkembangan perkembangan baru dalam penelitian proses penuaan yang mencatat bahwa kekuatan tubuh perlahan lahan menurun dan hilangnya fungsi tubuh kadangkala dapat diperbaiki.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Panjang Usia

 

  1. Harapan hidup dan Masa hidup

Harapan hidup adalah (life expectancy) adalah jumlah tahun yang mungkin dialami oleh rata-rata individu yang lahir  dlam satu tahun tertentu.  Harapan hidup mengalami peningkatan tetapi masa hidup tidak. Diantara factor-faktor terpenting dalam usia yang panjang adalah keturunan dan sejarah keluarga, kesehatan, karakteristik kepribadian, dan gaya hidup. Dimulai pada usia 25 tahun, wanita melebihi pria, perbedaan ini semakin lebar dengan menuanya individu. Perbedaan jenis kelamin ini mungkin dipengaruhi factor-faktor social dan biologis.

Masa hidup (life span) adalah batas atas dari hidup, jumlah maksimum dari tahun-tahun dimana individu dapat hidup. Msa hidup maksimal dari manusia kurang lebih usia 120 tahun

 

  1. Orang tua muda, orang tua yang tua dan orang tua yang lanjut

Para ahli perkembangan membedakan periode dewasa lanjut. Sebagian besar pembatasan meliputi dua subperiode, walaupun kesepakatan terhadap usia batasan dari subperiode belum tercapai.

Pembedaan meliputi

–          Usia tua muda atau usia tua (65-75 tahun)

–          Usia tua yang tua atau usia tua akhir (75 tahun dan usia diatasnya)

–          Usia tua lanjut (85 tahun atau lebih)

Kebutuhan, kapasitas, dan sumber daya dari orang tua lanjut berbeda dari kelompok usia tua muda. Meskipun demikiian, setiap periode atau subperiode dari masa kehidupan adalah heterogen. Walupun sebagian dari usia tua lanjut mempunyai beberapa tipe kerusakan , sebagian yang lain tidak. Jumlah yang signifikan dari usia tua lanjut, secara efektif berfungsi dan dalam kondisi kesehatan yang baik.

  1. Teori-teori biologi mengenai penuaan

Teori PAKAI dan RUSAK

Teori ini pertama kali di kemukakan oleh Dr August Weismann, seorang biologis dari Jerman pada tahun 1882. Beliau percaya bahwa tubuh dan sel-selnya rusak karena banyak terpakai dan digunakan secara berlebihan. Organ tubuh seperti liver (hati), lambung, ginjal, kulit,dsb dirusak oleh toksin (racun) yang kita dapatkan dari makanan atau lingkungan. Konsumsi yang berlebihan dari lemak, gula, kopi,alkohol, rokok, sinar ultraviolet matahari ditambah stres fisik dan psikis akan merusak organ dan tubuh kita. Bahkan, tanpa pernah merokok, minum alkohol, menghindari sinar mataharipun, tubuh kita akan menua, karena kita gunakan tiap hari. Pada waktu kita muda, kemampuan tubuh untuk mempertahankan  sistem reparasinya cukup baik, tetapi dengan bertambahnya usia kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak menjadi berkurang.

Teori NEURO-ENDOKRIN (HORMONAL)

Vladimir Dilman, Ph.D. memfokuskan wear and tear theory pada sistim neuro-endokrin, suatu jaringan biokimiawi yang kompleks yang mengatur hormon tubuh dan elemen penting lainnya. Neuro-endokrin berarti proses penuaan berhubungan dengan kadar hormon. Pada waktu muda, hormon tubuh kita bekerja bersama mengatur fungsi-fungsi organ tubuh, termasuk respon terhadap panas, dingin, dan aktivitas seksual. Organ yang berbeda, mengeluarkan hormon yang berbeda, akan tetapi semua  berada dibawah komando kelenjar hypothalamus. Kelenjar sebesar kacang ini terdapat di otak dan bertanggungjawab untuk produksi dan  interaksi antara hormon tubuh. Karena fungsinya yang mengkoordinasikan semua hormon, kelenjar ini disebut juga sebagai “termostat tubuh “.

Hormon adalah vital untuk memperbaiki dan mengatur fungsi-fungsi tubuh. Bila kita menua, produksi hormon tubuh menjadi berkurang, sehingga kemampuan tubuh untuk memperbaiki sendiri (self-repaired) dan mengatur sendiri (self-regulation) menjadi rendah.

Produksi hormon adalah saling  interaktif, dalam arti bilamana salah satu hormon produksinya berkurang, produksi hormon tubuh yang lainpun akan berubah , bisa berkurang atau bahkan malah bertambah.

Teori KONTROL GENETIK

Teori ini mengatakan bahwa kita sudah memiliki program genetik dalam DNA masing-masing, yang akan mengatur fungsi fisik dan mental masing-masing individu. Keturunan genetik ini yang menentukan berapa usia kita yang mulai menua, usia berapa yang kita akan meninggal. Setiap manusia  seakan memiliki “jam waktu” (seperti bom waktu) yang berdetik terus sampai masanya habis, dan setelah itu kita meninggal.

Walaupun demikian, walaupun kita masing-masing sudah memiliki kode genetika tertentu, kita masih menemukan adanya variasi yang  dapat  mempengaruhi perkembangan dan juga kehidupan kita, termasuk kapan kita  akan menjadi tua.

Teori RADIKAL BEBAS

Riset anti-penuaan Dr Denham Harman pada tahun 1954 mengemukakan teori radikal bebas. Radikal bebas adalah suatu elektron dalam tubuh yang tidak memiliki gandengan, sehingga akan berusaha mencari elektron pasangannya supaya dapat berikatan dan stabil. Sebelum memiliki gandengan, radikal bebas akan terus menerus menghantam sel-sel tubuh, guna mendapatkan pasangannya, termasuk menyerang sel-sel tubuh yang sudah stabil/normal. Akibatnya sel-sel akan menjadi cepat rusak dan menua, juga mempercepat timbulnya kanker. Oksigen sendiri adalah merupakan salah satu sumber radikal bebas. Pada waktu kita  bernapas   dan juga  olahtubuh (exercise), pembentukan radikal bebas akan meningkat. Radikal bebas akan di netralisir oleh anti-oksidans, yang selain dibentuk tubuh, juga bisa berasal dari luar misalnya vitamin A, C, E, dsb

 

Teori TELOMERASE

Teori paling baru dan banyak menjanjikan kemungkinan adalah teori telomerase. Dasar teori ini adalah penemuan yang didapatkan oleh grup ilmuwan dari Geron Corporation di Menlo Park, California. Telomer adalah rangkaian asam nukleat yang terdapat di ujung kromosom. Telomer berfungsi sebagai penjaga keutuhan kromosom. Setiap kali sel tubuh kita membelah, telomer akan memendek. Bilamana ujung telomer sudah terlalu pendek, kemampuan sel untuk membelah (dalam arti mereparasi) akan berkurang, melambat, dan sel akan tidak dapat membelah lagi (mati). Inilah mekanisme sel-sel “jam tubuh”, yang terbatas usianya.

 

Teori CROSS-LINKING

Teori ini dibuat berdasarkan fakta bahwa dengan bertambah tua, protein manusia yaitu DNA  dan molekul lainnya akan saling melekat, saling memilin (crosslink). Akibatnya protein yang sudah rusak tidak dapat dicerna oleh enzim protease, sehingga mengurangi elastisitas protein dan molekul. Akibatnya pada kulit bisa terjadi kerutan , pada ginjal fungsi penyaring menjadi berkurang dan pada mata terjadi katarak (kekeruhan lensa mata).

 

 

  1. Rangkaian perubahan fisik pada masa dewasa akhir

 

  1. 1.       Otak dan sistem syaraf
    Saat kita tua kita kehilangan sejumlah neuron, unit unit sel dasar dari sistem syaraf. Beberapa peneliti memperkirakan kehilangan itu mungkin sampai 50% selama tahun tahun dewasa. Walaupun penelitian lain percaya bahwa kehilangan itu lebih sedikit dan bahwa penyelidikan yang tepat terhadap penyelidikan hilangnya neuron belum dibuat di dalam otak.Barangkali penyelidikan yang lebih masuk akal adalah bahwa 5 sampai 10 persen dari neuron kita akan berhenti tumbuh sampai kita mencapai usia 70 tahun. Setelah itu, hilangnya neuron akan lebih cepat.Aspek yang signifikan dari proses penuaan mungkin adalah bahwa neuron neuron itu tidak mengganti dirinya sendiri. Meskipun demikian otak dapat cepat sembuh dan memperbaiki kemampuannya, hanya kehilangan sebagian kecil dari kemampuannya untuk bisa berfungsi di masa dewasa akhir.

 

  1. 2.       Perkembangan Sensori
    Perubahan sensori fisik masa dewasa akhir melibatkan indera penglihatan, pendengaran, perasa, pembau, dan indera peraba. Pada masa dewasa akhir penurunan indera penglihatan bisa mulai dirasakan dan terjadi mulai awal masa dewasa tengah. Adaptasi terhadap gelap lebih menjadi lambat, yang berarti bahwa orang rang lanjut usia membutuhkan waktu lama untuk memulihkan kembali penglihatan mereka ketika keluar dari ruangan yang terang menuju ke tempat yang agak gelap.Penurunan penglihatn ini biasanya dapat dirunut dari pengurangan kualitas dan intensitas cahaya yang mencapai retina. Di puncak usia tua, perubahan ini mungkin disertai oleh perubahan perubahan kemunduran dalam retina, menyebabkan beberapa kesulitan dalam penglihatan.Meskipun pendengaran dapat mulai pada masa dewasa tengah, hal itu biasanya tidak banyak membawa kesulitan sampai masa dewasa akhir. Pada saat itu banyak sekali alat bantu pendengaran yang bisa dipakai untuk bantuan pendengaran. Tuli, biasanya disebabkan oleh kemunduran selaput telinga, syaraf penerima penerima suara didalam telinga.Selain berukurangnya penglihatan dan pendengaran juga mengalami penurunan dalam kepekaan rasa dan bau. Kepekaan terhadap rasa pahit dan masam bertahan lebih lama dibandingkan dengan rasa manis dan asin.

 

  1. 3.       Sistem peredaran darah
    Tidak lama berselang terjadi penurunan jumlah darah yang dipompa oleh jantung dengan seiringnya pertambahan usia sekalipun pada orang dewasa yang sehat. Bagaimanapun, kita mengetahui bahwa ketika sakit jantung tidak muncul, jumlah darah yang dipompa sama tanpa mempertimbangakan usia pada masa dewasa. Kenyataannya para ahli penuaan berpendapat bahwa jantung yang sehat dapat menjadi lebih kuat selama kita menua dengan kapasitas meningkat bukan menurun.

 

  1. 4.       Sistem pernafasan
    Kapasitas akan menurun pada usia 20 hingga 80 tahun sekalipun tanpa penyakit. Paru paru kehilangan elatisitasnya, dada menyusut, dan diafragma melemah. Meskipun begitu berita baiknya adalah bahwa orang dewasa lanjut dapat memperbaiki fungsi paru paru dengan latihan latihan memperkuat diafragma.

 

  1. 5.       Seksualitas
    Penuaan menyebabkan beberapa perubahan penurunan dalam hal seksualitas manusia, lebih banyak pada laki laki dari pada perempua. Orgasme menjadi lebih jarang pada laki laki, terjadi dalam setiap 2 sampai 3 kali hubungan seksual bukan setiap kali. Rangsangan yang lebih langsung biasanya dibutuhkan untuk ereksi. Sekalipun hubungan seksual terganggu oleh kelemahan, relasi lainnya harus dipertahankan, diantara kedekatan sensualitas, dan nilai sebagai seorang laki laki maupun wanita.

 

  1. Kesehatan
    1. Masalah-masalah kesehatan

 

 Puncak ketidakupayaan fisikal
Ketidakpayaan fizikal pada akhir dewasa berkait rapat dengan faktor keturunan, sikap, tingkahlaku dan persekitaran. faktor keturunan memainkan perana penting. Kajian menunjukkan mereka yang bertubuh badan kecil dapat hidup lebih lama berbanding mereka yang bertubuh besar. Selain itu, cara hidup seperti diet yang salah, emosi stress, bekerja secara berlebihan, malas serta trauma pada usia muda juga akan menyebabkan ketidakupayaan fizikal pada usia tua. Kelenjar endokrin juga memainkan peranan yang berkesan dalam menentukan perbezaan perubahan fizikal pada usia tua. Terdapat penurunan yang ketara dalam pengeluaran hormon oleh kelenjar pituitari, adrenal dan tiroid.

Perubahan dalaman
Tulang akan mengeras akibat kekurangan mineral dalam tulang. Akibat dari perubahan ini, tulang akan rapuh dan perlahan dalam pemulihan semula apabila ia patah. Kerapuhan tulang ini banyal berpunca disebabkan perubahan endokrin, kekurangan aktiviti dan kehilangan otot berbanding tahap nutrisi individu tersebut.

Pendengaran
Orang tua sukar nada-nada bunyi yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh kehilangan fungsi vestibular. Keadaan ini menyebabkan mereka mengalami kesukaran dalam pendengaran berbanding respon ketika berbual yang mengakibatkan

mereka menyalahkan orang lain ‘berbisik’ sewaktu berbual dengan mereka,

Penglihatan
Kajian di Amerika mendapati 40% sampel lelaki dan 60% sampel perempuan berusia lebih 60 tahun mempunyai daya penglihatan yang lemah. Kanta mata mula menjadi kurang kenyal menyebabkab objek yang dilihat oleh mereka menjadi kabur. Hal ini disebabkan oleh otot2 ciliri dibahagian mata mula tidak dapat mengawal cahaya yang menembusi mata mereka. Kepekaan mereka terhadap mata juga semakin berkurangan disebabkan kanta mata mereka telah mula bewarna kuning.

Rasa
Perubahan terhadap deria rasa jelas ditunjukkan oleh individu apabila sudah beranjak pada usia 60-an. Perubahan pada deria rasa banyak dikatkan terhadap kemerosotan jumlah saraf pada lidah. Selain itu, kemerosotan terhadap deria bau juga menjadi punca kepada kemerosotan deria rasa.

Sentuhan
sebagai impak dari kekeringan dan pengerasan kulit sewaktu akhir dewasa, deria rasa semakin kurang sensitif. Tubuh juga tidak dapat bertahan pada suhu yang eksterm sama ada sejuk atau panas disebabkab kemerosotan kapilari dan kelenjar peluh pada kulit. Secara keseluruhannya, orang tua lebih banyak merasai sejuk berbanding panas.

PENYAKIT
Apabila tua, daya ketahanan diri terhadap penyakit menjadi semakin berkurangan. Pada waktu inilah pelbagai penyakit akan timbul pada diri manusia. Antara penyakit dominan yang menyerang tubuh pada akhir dewasa adalah penyakit parkinson dan aizheimer.

a. Parkinson
Parkinson adalah gangguan pergerakan akibat kerosakan sel otak sehingga menjejaskan penghasilan bahan biokimia dopamin yang bertanggungjawab dalam proses koordinasi pergerakan anggota badan. Akibatnya, pesakit akan mengalami masalah pergerakan perlahan, menggeletar teruk atau kekejangan otot. Bukan semua pesakit akan mengalami masalah menggeletar keterlaluan kerana ada yang diserang kekejangan otot sehingga tidak boleh berjalan.Serangan Parkinson biasanya bermula pada sebelah badan yang kemudian merebak ke sebelah lagi. Gejalanya pelbagai. Ada yang menggeletar tangan atau kaki, badan kaku atau bongkok, pergerakan menjadi lambat, wajah tidak beremosi, sukar bertutur serta hilang kemampuan untuk seimbangkan badan.

b. Aizheimer
lzheimer atau nyanyuk menyebabkan semua fungsi otak, terutama daya ingatan seseorang, merosot. Antara puncanya ialah peningkatan usia, keturunan, latar belakang pendidikan yang rendah, jantina dan penyakit lain seperti strok. Penyakit ini juga bukan saja boleh menyebabkan pesakit lupa tetapi turut menjejaskan daya intelek, kebolehan berfikir secara logik dan pada peringkat teruk mereka turut kehilangan keupayaan berinteraksi atau memahami perkataan.

 

  1. Sebab-sebab kematian padaa org-org dewasa lanjut
  2. Radang sendi

Radang sendi adalah perdangan pada tulang sendi yang diiringi oleh rasa sakit, kakuh, dan problem-problem gerakan. Radang sendi umumnya terjadi pada dewasa lanjut. Gangguan ini dapat mempengaruhi pinggul, lutut, pergelangan kaki, jari-jari, dan tulang punggung. Seseorang dengan radang sendi sering mengalami rasa sakit dan kakuh, seperti permasalahan-permasalahan dalam bergerak dan melakukan aktivitas-aktivitas rutin setiap hari. Tidak diketahui obat untuk menyembuhkan radang sendi. Namun, gejala radang sendi dapat dikurangi dengan minum obat seperti aspirin, latihan2 gerakan, mengurangi bert badan, dan pada kasus-kasus yg ekstronm, mengganti tulang seni yg lumpuh dengan prothesis(Aiken,1989)

  1. Osteoporosis

Penuaan yang normal melibatkan hilangnya beberapa jaringan tulang dari karangka (Kiebzak, 1991) namun dalam beberapa hal hilangnya jaringan tulang dapat menjadi berat . osteoporosis adalah gangguan penuaan yang melibatkan suatu kehilanganjaringan yg meluas. Osteoporosis merupakan alas an utama orang dewasa lanjut yg berjalan dengan tongkat bantu. Wanita hususnya mudah terserang osteoporosis sebab utama dari patah tulang dillami oleh wanita. Hampir 2/3  dari seluruh wanita diatas usia 60 tahun terkena osteoporosis. Osteoporosis lebih umum terjadi pada wanita kulit putih, kurus, dn berbadan kecil. Gangguan penuaan ini berkaitan dengan kekurangan kalsium, vit. D, menurunnya esterogen dn kurangany olahraga (Dawson-Huges, dkk, 1990). Untuk mencegah , dkk, 1990). Untuk mencegah osteoporosis, wanita muda dan paruh baya seharusnya makan makanan yang kaya akan kalsium, lebih banyak olahraga, dan menghindarai merokok. Makanan yang kaya kalsium termasuk produk-produk susu (susu rendah lemak dan yogurt yg rendah lemak), dan sayuran sayuran tertentu (seperti brokoli, lobak dan bayam ).tetapi pengganti esterogen juga dianjurkan pada wanita paru baya khususnya yang berisi tinggi terkena osteoporosis.

  1. Kecelakaan

Kecelakaan merupakan sebab ke tujuh dari kematian orang-orang dewas lanjut. Luka-luka yang disebabkan karena jatuh dirumah atau selama kecelakaan lalu lintas dimana seorang pengendara atau pejalan kaki yg sudah lanjut usia ditabrak oleh kendaraan bermotor merupkan hal yg umum. Setiap tahun kira-kira 200ribu orang dewasa diatas usia 60 tahun (kebanyakan diantaranya adalah wanita) mengalami patah pinggul saat jatuh. Sebagian dari orang-orang dewasa lanjut itu meninggal dalam waktu 12 bulan, seingkali akibat radang paru-paru. Karena penyembuhan dan penguatan diri kembali berjalan lambat pada orang-orang dewasa, kecelekaan yg hanya mnyebabkan kemundruan temporer untuk orang muda, dapat mengakibatkan perawatan rumah sakit atau dirumah dalam waktu yang lama untuk orang dewasa lanjut

  1. Oang tua lanjut yang prima

Kesan kita mengenai orang tua lanjut( usia 80 tahun atau lebih) lazimnya adalah cacat yang lemah. Implikasi-implikasi dari proyeksi percepatan pertumbuhan populasi orang tua lanjut seringkali menjadi pesimis-beban yang mahal dari ketidakmampuan kronis dimana orangtua dewasa lanjut sering membutuhkan pertolongan dari orang lain setiap hari.

Dalam peneelitian longitudinal pada suatu sampel nasional dri orang-orang dewasa yang berusia 80 tahun atau lebih,33% dikategorikan sebagai prima berdasarkan criteria berikut:

–          Tidak mengalami kesulitan berjalan ¼ mill

–          Membungkuk

–          Merunduk

–          Berlutut

–          Mengangkat 10 pon atau berjalan 10 langkah tanpa berhenti (Haris, dkk, 1989;susman,haris,dkk,1992)

–          Sekitar ¾ dari orang-orang dewasa lanjut yang prima tidak masuk rumah sakit dan mengunjungi kurang dri 6 dokter dalam 12 bulan sebelum ini.

 

  1. Perawatan kesehatan

Perawatan kesehatan adalah sebuah proses yang berhubungan dengan pencegahan, perawatan, dan manajemen penyakit dan juga proses stabilisasi mental, fisik, dan rohani melalui pelayanan yang ditawarkan oleh organisasi, institusi, dan unit profesional kedokteran, .

  1. Biaya kesehatan

Pengeluaran untuk biay perawatan kesehatan mencapai kesehatan rta-rata $5000 tiap orang pertahun untuk mereka yang berusia 65 tahun atau lebih. Pusat perawatan kesehatan dan bantuan medis, program perwatan kesehatan dari pemeritah federal untuk orang lanjut usia menanggung kira-kira 2/3 dari ongkos perawatan kesehatan orang usia lanjut. Penilaian peran pemerintah dalam perawatan keshatan untuk orang lnjut usia yang butuh diteruskan Karena, meskipun jutaan dollar dikeluarkan setiap tahunnya oleh pemerintah untuk pusat kesehatan dan bantuan medis ,biaya medis sering menghabiskan tabungan dan pendapatan dari banyak orang-orang dewasa lanjut.

  1. Panti jompo

Kepuusan untuk menempatkan orang tua yang lanjut usia di panti jompo seringkali

  1. Olahraga nutisi dan berat badan
    1. Olahraga
    2. Nutrisi dan berat badan
    3. Kontroversi penambahan vitamin dan penuaan

 

Harapan hidup

 

Kenapa kita tidak bisa hidup sampai 110 tahun?

Sumber: Kompas.com

Jakarta, Selasa 18 Januari 2005
Oleh Dr. Handrawan Nadesul, dokter umum

Sudah lama orang mencari tahu bagaimana bisa menikmati hidup di dunia lebih panjang?

Sebuah riset mengatakan, umur manusia bisa mencapai satu juta jam atau 120 tahun (biogenetic maximum life span, Dr.Robert Butler).

Namun, bila sekarang umur harapan hidup manusia (life expectancy at birth) di negara maju seperti Amerika Serikat pun belum sampai 120 tahun, tentu ada yang keliru dalam kita menyikapi hidup kedagingan kita.

Ada yang perlu dicermati dalam kita menjalani kehidupan yang belum tentu seluruhnya tepat dan benar.

Lalu, kepada siapakah arifnya kita harus belajar?

Riset mutakhir Dr. Richard Cutler menyingkapkan bahwa lamanya kemampuan setiap spesies untuk hidup (MLP, mean lifetime potential) ditentukan oleh laju pertumbuhan fisik, panjangnya masa reproduksi, ukuran otak, dan konsumsi kalori maksimum. Itu sebab setiap spesies berbeda-beda MLP-nya. Umur 110 tahun untuk manusia.

Kalau rata-rata umur harapan hidup manusia sekarang ini paling banter 80 tahun, berarti masih mungkin mengejar kekurangan sekitar 30 tahun bila benar kemampuan tubuh manusia bertahan hidup sebetulnya bisa sampai 110 tahun.

Lalu, mengapa rata-rata gelas umur kita tidak mengisi penuh gelas umur yang tersedia?

Banyak faktor perongrong dalam cara kita menempuh dan menetapkan pilihan hidup.

Dari empat faktor penentu MLP spesies manusia versi Dr. Richard Cutler di atas, faktor konsumsi kalori maksimum saja yang masih mungkin bisa kita manipulasi. Faktor-faktor lainnya tidak sederhana untuk kita manipulasi.

Bila mengamati rata-rata asupan kalori harian, kita menemukan benang merah setelah pada riset yang lain ditemukan korelasi antara makan berlebihan dengan dikortingnya umur kita. Konsep makan secukupnya dianggap pilihan arif kalau ingin merentang umur sepanjang yang sebetulnya mungkin kita raih, baik itu merujuk pada maximum life span, maupun seturut MLP.

Seberapakah Cukup?
Ilmu gizi sudah mengukur berapa kalori dibutuhkan tubuh setiap hari, tetapi lidah dan perut kita terbiasa mengkhianati kodrat selera dan dorongan makannya sendiri.

Sinyal dari otak kita sebagai pusat kendali kapan saatnya tubuh perlu dipasok makanan dan minuman, dan kapan saatnya pasokan itu harus dihentikan, terbiasa dilanggar oleh rasa hedonistik kita terhadap makanan. Rata-rata orang cenderung makan juga kendati sedang tidak lapar. Sinyal lapar dan kenyang bukan lagi ditentukan oleh otak, melainkan oleh derasnya emosi.

Rata-rata orang modern yang lebih banyak bekerja otak ketimbang fisiknya cuma butuh sekitar 2.000 kalori saja setiap hari. Namun, jumlah kebutuhan itu hampir senantiasa terlampaui saking semakin lebarnya diversivikasi makanan orang modern yang jauh lebih lezat dibanding makanan purba. Cenderung selalu mengabulkan kenikmatan sepanjang ukuran lidah itulah yang bikin manusia modern rata-rata semakin bertabiat rakus, menentukan makan bukan hanya kalau merasa lapar seperti kata kodrat di otaknya.

Sekarang di Barat muncul konsep “makan dengan otak” melihat kecenderungan orang modern yang hampir selalu makan dengan emosi. Konsep “makan dengan otak terkandung maksud bukan saja dalam hal porsi, melainkan juga dalam pilihan jenis menu dan sumber bahan makanan bukan yang merusak badan.

Celakanya, rata-rata makanan yang lezat dan echo yang bikin perut kita kasmaran itu yang justru bertindak sebagai “racun” buat dapur mesin tubuh kita. Di sana ada radikal bebas, ada logam berat, ada ampas tak berguna, ada lemak merusak, selain semakin miskin vitamin dan mineral. Padahal, nutrisi vital ini yang tidak bisa tidak harus tubuh terima setiap hari.

Jadi, arifnya kita menyikapi makanan lebih dari sekadar memahami arti gizi, terlebih bagaimana mengekang emosi setiap kali aroma dan penampakan sebuah menu langsung membetot dorongan makan kita, lalu mengkhianati janji pribadi: hanya makan kalau lapar saja.

Kecenderungan itu pula yang sampai sekarang terus melahirkan budaya “dagu berlipat”, orang mapan dengan ukuran pinggang di atas 40, padahal sadar kalau besarnya ukuran tali pinggang berbanding terbalik dengan umur harapan hidup.

Mengetahui gemuk sumber penyakit saja ternyata tidak cukup. Terapi perilaku kemudian menjadi bagian tak terpisahkan dan upaya mengempiskan ukuran perut. Sepatutnya kita arif memperlakukan tubuh, termasuk dalam menyediakan makanan agar mesin tubuh tidak lekas macet dan masih tetap lancar sampai di ujung hidup.

Saatnya disadari bahwa makanan berlebihan itu “racun”. Belum lagi kesalahan kita dalam menggandrungi jenis-jenis makanan yang sebetulnya bukan kodratnya untuk dikonsumsi. Kita sudah begitu jauh memanipulasi sumber bahan makanan alami kita sendiri, mulai kegampangan kita memilih ayam dan telur ayam ras serta rekayasa genetik pada sayur dan buah. Ke depan kita pun diperkirakan kita sudah harus siap menerima peternakan hasil kloning.

Tentu ada yang tak lengkap dalam setiap produk hasil rekayasa ilmu pengetahuan, secanggih apa pun. Produk rekayasa ternyata tidak sesempurna produk yang lahir dan rahim bumi. Harus diakui kalau telur ayam ras misalnya, tidak lebih sempurna kandungan gizinya dibanding telur ayam kampung. Tak ubahnya air susu ibu tak terkalahkan dibanding susu formula paling lengkap sekalipun.

Kalau Lapar Saja
Agaknya kita perlu belajar kembali bagaimana menyimak rasa lapar kita yang selama ini mungkin sudah semakin tidak peka lagi.

Boleh jadi kita sudah tidak pernah mengalami rasa lapar itu hadir saking tidak kunjung berhentinya kita melahap apa saja. Biarkan saatnya sekarang kita lebih arif untuk makan pada jadwal alami, saat lambung kosong dan gula dalam darah paling rendahlah yang mengirimkan pesan kepada otak untuk menyalakan rasa lapar alami kita. Sebab, hanya pada saat itulah tubuh sebetulnya sedang butuh pasokan kalori.

Dan belajar menjadi peka pula untuk taat pada alarm rasa kenyang yang dikirimkan otak saat pasokan kalori tubuh sudah pada taraf mencukupi, dan jangan pernah melanggarnya lagi. Sinyal-sinyal ini akan menyala, sesuai dengan kodrat lambung kosong, bahwa kita cuma perlu makan tiga kali, dalam porsi sampai sebelum kita merasa kenyang, dan tahu diri pula memilih menu yang lebih bersahabat dengan mesin tubuh kita.