RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

  1. A.    RASIONAL

Dalam perjalan kehidupan kita ini, pastinya akan ada banyak pilihan hidup yang harus bisa kita pilih secara benar, karena nantinya apa yang kita pilih itu adalah jalan menuju suatu keadaan kita di masa depan nanti. Meski hidup hanya sekali, tapi faktanya membuktikan kalau pilihan hidup ada berbagai macam, bukan hanya tentang pilihan hidup kesejahteraan kita saja, tapi juga dengan berbagai keinginan dan kebutuhan hidup kita.

Hidup adalah memilih. Manusia manapun setiap saat harus memilih. Kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun kondisinya, ia harus berhadapan dengan pilihan-pilihan. Mulai dari pilihan kecil seperti memilih tempat duduk ketika naik kendaraan, makanan (misalnya: suka yang pedas-pedas), minuman (misalnya: suka jus alpukat), club sepak bola dan sampai pilihan-pilihan besar seperti memilih pasangan hidup, tempat kuliah, pemimpin dan sebagainya. Dan setiap pilihan itu pasti memiliki dampak serta konsekuensi yang berbeda.

Kadang-kadang dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhadapan dengan dua pilihan yang menurut kita kedua-duanya sama-sama penting. Sebenarnya disinilah kita harus bijak dalam mengambil keputusan, hal mana yang harus didahulukan dan hal mana yang harus dikemudiankan.

Masa depan adalah suatu misteri yang tidak akan pernah kita ketahui sekarang, meskipun ada yang sampai berani untuk meramal masa depan kita, si peramal itu jelas tidak akan mungkin bisa mengetahui secara jelas gambaran keadaan kita di masa depan. Untuk itu hadirlah suatu pilihan hidup untuk menemani perjalanan hidup kita, karena dengan pilihan hidup itu kita bisa menjadi sesuatu yang kita inginkanBerdasarkan dari Penjelasan diatas perlu adanya rencana pelaksanaan bimbingan dan konseling agar siswa mampu memahami bagaimana Memilih pilihan-pilihan secara sehat.

 

  1. B.     PELAKSANAAN

Kelas/semester (Sasaran)            :  Siswa Kelas VII,VIII,IX

Alokasi waktu                              : 2 x 30 menit

Topik materi                                : Memilih pilihan-pilihan secara sehat

Bidang Bimbingan                      : Bimbingan Pribadi dan social

Fungsi layanan                            : Fungsi Pemahaman dan pembelajaran

Jenis Layanan                             : Layanan Informasi dan Pembelajaran

Indikator                         

  • Proses                                      :

ü  Menjelaskan Memilih pilihan-pilihan secara sehat.

ü  Memahami cara Memilih pilihan-pilihan secara sehat.

  • Hasil

ü  Mengerti mengenai Respek Memilih pilihan-pilihan secara sehat.

ü  Mampu Memilih pilihan-pilihan secara sehat.

Metode     :  Diskusi dan Pemberian Game

Alat dan Sumber Belajar

Sumber                  : Buku Pedoman, Paket pelayanan BK

Alat                       : LCD, Laptop,buku,pulpen dan kertas

      Penilaian              : Laiseg ( penilaian yang dilakukan setelah kegiatan berupa Tanya jawab )

: Laijapen  (penilaian yang dilakukan seminggu setelah    kegiatan dengan cara melihat perkembangan siswa mengenai Memilih pilihan-pilihan secara sehat.

: Laijapang  (penilaian yang dilakukan selama satu semesteran  atau   selama satu tahun setelah kegiatan dilaksanakan dengan cara melihat perkembangan siswa dalam memahami Memilih pilihan-pilihan secara sehat.

Mengetahui :                                                                                                                                                                                                                                          Makassar, 17 Februari  2012

Kepala SMAN 1 TOMPOBULU                                                                   Guru BK

 

DRS. H. HASBULLAH                                                                          ARAS MUNANDAR

NIP. 19520215198102 1 004                                                                     NIM. 094404019

Lampiran 1

RINGKASAN MATERI

Jika kita ingin menjadi orang sukses itu berarti merupakan pilihan hidup kita, hanya saja masih banyak orang yang mungkin belum mengetahui tentang suatu pilihan hidup di dalam kehidupan mereka. Para orang sukses sebenarnya itu bukan karena nasib atau takdir sehingga bisa jadi sukses, tapi kesuksesannya itu karena pilihan yang dia pilih. Jadi tidak ada yang namanya orang sukses karena memang suatu kebetulan, tapi kesuksesan yang dia peroleh itu memang yang dia inginkan dari pilihan hidupnya itu.

Orang yang gagal pun juga begitu, mereka bisa gagal bukan karena mereka tidak punya keahlian atau dana yang tidak bisa mendukungnya, tapi mereka justru memilih pilihan hidup untuk gagal. Kalau kita mau berpikir sebentar, sebenarnya kita bisa gagal memang bukan karena dua hal tadi, tapi memang lebih mengarah pada pilihan hidup kita, apakah mau berhasil atau gagal. Kalau kita memang ingin berhasil ya kita harus terus berusaha.

Dari pilihan hidup itu juga maka nantinya akan ada suatu masalah hidup baru lagi, yang lagi-lagi akan berbagai macam jenisnya. Kita tidak perlu jadi stres karena masalah yang dihadapi, karena memang masalah hidup merupakan sekedar efek dari pilihan hidup yang kita pilih, jadi jalani saja. Kalau memang kita memilih untuk bisa hidup jadi orang sukses, maka efeknya adalah berbagai masalah dalam berbagai tantangan untuk terus berusaha. Jadi di dalam proses kehidupan ini tidak akan ada pilihan hidup yang jika dipilih akan langsung jadi.

Masa depan memang tidak bisa diramal atau pun di lihat, tapi paling tidak kita bisa menentukan sendiri keadaan kita di masa depan nanti dengan memanfaatkan kesempatan pilihan hidup yang kita miliki sejak sekarang. Kita tidak perlu cemas dengan masalah atau hambatan yang akan muncul nanti, karena memang masalah itu merupakan bagian dari pilihan hidup yang kita pilih. \

Remaja, Pekerjaan dan Pemilihan Karir

Dalam perkembangan sosioemosional remaja, terdapat suatu bahasan menarik mengenai remaja dalam pemahaman pekerjaan dan juga dalam penentuan pemilihan karir pekerjaan. Dalam keadaan yang normal, seseorang dapat memilih suatu pekerjaan yang disenanginya. Dalam hal ini subjektifitas orang akan nampak. Pada anak-anak dan remaja unsur subjektifnya tadi masih sangat menguasai sehingga pilihannya tadi tidak bisa terlalu realistis.

Misalnya anak kecil ingin menjadi sopir bis karena atas dasar pengalamannya yang masih terbatas, dirasa begitu menarik untuk duduk di belakang stir kendaraan yang begitu besar. Pilihan pekerjaan yang sungguh-sungguh bukanlah suatu tindakan sesaat saja, melainkan merupakan hasil suatu proses pemikiran dan pengalaman tertentu, walaupun hasilnya nanti mungkin juga dapat bersifat sementara lagi. Dalam kenyataannya seorang remaja ketika menentukan pilihan karir, seringkali tidak dilakukannya sendiri. Berk (1993) menyatakan bahwa penentuan dan pemilihan karir seorang remaja ditentukan oleh berbagaa faktor diantaranya orang tua, teman-teman, gender, dan karakteristik diri sendiri. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi pemilihan karir pada remaja.

Orang Tua

Orang tua ikut berperan dalam menentukan arah pemilihan karir pada anak remajanya. Walaupun pada akhirnya keberhasilan dalam menjalankan karir selanjutnya sangat tergantung pada kecakapan dan keprofesionalan pada anak yang menjalaninya. Karena hal ini berkaitan dengan masalah pembiayaan pendidikan, masa depan anaknya agar terarah dengan baik, maka sekalipun orang tua turut ikut campur agar anaknya memilih program studi yang mampu menjamin kehidupan karirnya. Biasanya orang tua yang berkecukupan secara ekonomi menghendaki anaknya untuk memilih program studi yang cepat menghasilkan nilai materi, misalnya fakultas ekonomi (akuntasi, manajemen), teknik, farmasi, kedokteran (umum dan gigi) dan lain-lain. Anggapan orang tua, anak yang mampu memasuki program ini tentu akan terjamin masa depannya. Dalam kenyataannya tak selamanya yang menjadi pilihan orang tua akan berhasil dijalankan oleh anaknya, kalau tidak disertai oleh minat bakat, kemampuan, kecerdasan, motivasi internal dari anak yang bersangkutan, hal inilah yang perlu diperhatikan.

Teman

Tidak dipungkiri, pada kenyataannya, lingkungan pergaulan dalam kelompok remaja cukup memberi pengaruh pada diri seseorang dalam memilih jurusan program studi di SMA maupun Perguruan Tinggi. Mereka mungkin merasa tidak enak kalau tidak sama dalam pemilihan jurusan atau program studi. Pengaruh teman kelompok sebaya ini bersifat eksternal. Bila remaja tidak mempunyai dorongan internal, minat bakat atau kemampuan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas atau tuntutan, maka kemungkinan akan mengalami kegagalan.

Peran Jenis Gender

Stereotype masyarakat seringkali telah menilai terhadap jenis kelamin seseorang. Masyarakat menghendaki agar jenis tugas atau pekerjaan tertentu dilakukan oleh jenis kelamin tertentu pula. Memang baik diakui atau tidak, jenis kelamin kadang-kadang menentukan seseorang dalam memilih karir pekerjaan. Seorang perempuan mungkin akan mengambil karir atau pekerjaan yang kiranya dapat dijalaninya, tanpa banyak hambatan dengan peran jenis gendernya nanti di kemudian hari, misalnya sekretaris, dokter anak, psikolog anak, guru atau dosen, penunggu atau penjaga toko dan sebagainya. Demikian pula sebaliknya seorang laki-laki akan memilih sesuai dengan dirinya misalnya tentara, polisi, hakim, jaksa dan lain sebagainya.

Karakteristik Kepribadian Individu

Hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik pribadi yang mempengaruhi pemilihan program studi maupun karir individu, diantaranya bakat minat, kepribadian, dan intelektual. Sudah banyak lembaga pendidikan SMA yang mengadakan tes psikologi dengan membantu siswa-siswinya dalam menentukan jurusan agar sesuai dengan minat dan bakatnya. Hal ini untuk menghindari penyesalan dalam pengambilan studinya atau merasa tidak cocok dengan minat bakatnya. Keberhasilan dalam memilih dan menjalankan program studi serta karir, pekerjaan sangat ditentukan karakteristik kepribadian individu yang bersangkutan. Individu yang memiliki minat, kemampuan, kecerdasan, motivasi internal, tanpa ada paksaan dari orang lain, biasanya akan mencapai keberhasilan dengan baik. Keberhasilan tidak dapat diukur secara materi finansial yang melimpah, tetapi seberapa besar nilai kepuasan hidup yang diperoleh melalui pilihan-pilhan tersebut

 

 

Cara menentukan pilihan

Dalam hidup, manusia selalu bertemu dengan pilihan-pilihan yang sulit yang harus mereka pilih. Keharusan ini yang membuat manusia selalu bingung atau galau dalam menjalani hidup. Pilihan memang terkadang bisa kita jalani semua dengan baik, tapi terkadang juga kita tidak bisa menghindar dari pilihan-pilhan tersebut.  Untuk dapat memilih atau mengambil sebuah keputusan yang tepat, hal yang pertama yang harus dilakukan adalah menelaah pilihan-pilihan atau masalah-masalah tersebut dengan baik dan bijaksana, lalu lihat baik dan buruk dari pilihan-pilihan tersebut untuk kita khususnya dan untuk orang-orang di sekeliling kita pada umumnya, dan satu hal yang terpenting adalah jangan pernah takut akan resiko yang akan dihadapai setelah keputusan itu diambil, karena yakinlah apapun yang sudah diputuskan adalah yang terbaik untuk semua, walaupun mungkin tidak semua orang setuju dengan keputusan kita. Dan yang tidak kalah penting adalah tunjukan bahwa keputusan kita ambil adalah benar dan baik. Dan satu hal lagi, keputusan yang baik adalah keputusan yang datang dari hatimu sendiri dan tanpa paksaan.

Selain itu berikut tips sederhana yang mungkin bermanfaat bagi anda dalam menentukan pilihan:

  • Observasi, amati kelebihan dan kekurangan setiap pilihan yang akan anda pilih, cari pendapat dari orang lain yang lebih mengerti dan tidak ada kepentingan apapun
  • Bersahabat dengan hati, ikuti kata hati karena hati adalah tempat yang paling jujur dengan anda
  • Besar hati menerima resiko setiap keputusan yang akan anda ambil agar anda tidak menyesal di kemudian hari , paling tidak anda bisa bertahan dengan keadaan yang mungkin tidak menyenangkan atas pilihan anda
  • Berdoa dan berserah diri , inilah cara yang paling ampuh karena Tuhan yang memberikan takdir , maka Tuhan lah yang tahu apa yang terbaik buat kita

 

 

 

Lampiran 2

SKENARIO

 

KEGIATAN

 

TAHAPAN KEGIATAN

 

WAKTU

 

BAHAN PENDUKUNG

Pilihan-Pilhan secara sehat

  1. Berdo’a (agama)
  2. Absensi siswa
  3. Menjelaskan mengenai topik materi
  4. Menjelaskan mengapa kita harus memilih sesuatu
  5. Menjelaskan bagaimana cara memilih pilihan secara sehat
  6. Memberikan game berupa ” Tes 3 Menit” menjelaskan cara memilih pilihan secara sehat. Prosedur
  7. Setelah pengenalan topik komunikasi, informasikan kepada peserta bahwa mereka

akan diberikan tes 3 menit tentang komunikasi. Mereka harus mematuhi syarat-syarat

tes. Anda juga sebaiknya  menanyakan apakah ada seseorang yang pernah

mengerjakan tes ini sebelumnya, kalau ada, mereka harus tetap berpartisipasi dan

mengingat persyaratan tes.

  1. Letakkan pulpen dan fotocopy ‗Tes 3 Menit‘ secara terbalik di depan masing-masing

peserta. Katakan bahwa segera setelah perhitungan waktu dimulai, mereka memiliki

waktu 3 menit untuk menyelesaikan kuis.

  1. Setelah selesai, pimpinlah diskusi tentang memberi dan menerima komunikasi.

Penutup

  1. Konselor bertanya kepada konseli apa yang bisa diambil maknanya dalam permainan ini
  2. Kemudian konselor menyimpulkan tentang kegiatan tadi
  3. Konselor membicarakan mengenai kegiatan selanjutnya
  4. Konselor Menutup dengan mengucapkan salam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

60 Menit

 

 

 

 

 

Lampiran 3

Tes 3 menit atau Seberapa Baik Anda Menerima Komunikasi?

1.  Baca semua sebelum melakukan apa pun.

2.  Tuliskan nama Anda di pojok kanan atas kertas ini.

3.  Lingkari kata ‗nama‘ pada kalimat nomor 2.

4.  Gambarlah lima persegi kecil di pojok kiri atas kertas ini.

5.  Teriakkan nama Anda keras-keras.

6.  Tulis nama Anda lagi di bawah judul kedua kertas ini.

7.  Setelah judul pertama tuliskan ‗Ya‘, ‗Ya‘, ‗Ya‘.

8.  Gambarlah sebuah lingkaran mengelilingi kalimat nomor 5.

9.  Tulskan ‗X‘ di pojok kiri bawah kertas ini.

10. Jika Anda menyukai tes ini katakan ‗Ya‘, jika tidak katakan ‗Tidak‘.

11. Teriakkan nama belakang Anda keras-keras ketika Anda sampai pada poin ini.

12. Di sisi kanan kertas ini kalikan 66 dengan 7.

13. Gambarlah sebuah segi empat di sekeliling kata ‗kertas‘ dalam kalimat nomor 4.

14. Jika Anda pikir Anda telah mengikuti instruksi dengan cermat sampai poin ini,

teriakkan ‗Saya sudah‘.

15. Pada sisi kiri kertas ini jumlahnya 69 dan 98.

16. Hitung mundur angka 10-1 dengan suara normal.

17. Berdiri, berputar sekali dan duduk.

18. Katakan keras-keras, ‗Saya hampir selesai, saya telah mengikuti petunjuk‘.

19. Jika Anda telah selesai sampai poin ini katakan, ‗Saya pemimpin petunjuk

selanjutnya‘.

20. Sekarang setelah Anda selesai membaca dengan cermat, sebagaimana diistruksikan

pada kalimat nomor 1, kerjakan kalimat nomor 2 saja.