PENDIDIKAN DAN NILAI-NILAI BUDAYA

  1. A.    Nilai-nilai dan Kebudayaan

Nilai-nilai budaya adalah nilai- nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, lingkup organisasi, lingkungan masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi.

Kebudayaan adalah  sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

Adapun nilai-nilai budaya yang berharga untuk diperjuangkan adalah

  1. Nilai Kejujuran
  2. Nilai Patriotisme
  3. Nilai Persaingan
  4. Nilai Harmonis dan Kerjasama

Secara Umum Orang seringkali  menemui kesulitan untuk  melihat nilai-nilainya secara objektif dikarenakan

  1. 1.     Semasa kanak-kanak mereka belajar nilai-nilai tersebut secara universal dan absolut

Nilai-nilai tersebut tidak dapat dikompromikan sebab pada masa kanak-kanak tidak mengerti  bahwa sesuatu itu bagus kecuali kalau ia dibimbing untuk mempercayai bahwa nilai-nilai tersebut bagus untuk semua orang dimanapun.sebagai contoh berdusta/berbohong,mungkin dianggap salh secara umum tetapi dibenarkan pada kesempata n tertentu karena sebagian besar begitu sukar untuk dipahami seorang anak.

  1. Nilai-nilai tersebut sebagian besar telah diserap tanpa disadari dalam proses enkulturasi. Nilai-nilai itu telah memasuki kepribadian orang dewasa dan telah berperan besar dalam membentuk kepribadian seseorang.

Nilai –nilai yang disetujui oleh semua anggota sebuah kebudayaan cenderung berifat sangat umum dan karena itu sukar untuk disadari secara penuh seperti contohnya pada orang-orang amerika yang hampir semuanya setuju bahwa semua orang harus memperoleh kesempatan yang sama untuk merealisasikan bakat-bakatnya ,bahwa semua orang harus mempunyai hak-hak dan kebebasan tertentu seperti kebebasan beragama,dan persamaan dimuka hukum.

  1. B.     Tiga Isu Untuk Pendidikan
  2. 1.      Kebudayaan Ideal dan kebudayaan Nyata

Kebudayaan ideal adalah kebudayaan yang  pantas disetujui oleh masyarakat dan dlestarikan dan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia sedangkan Kebudayaan Nyata adalah kebudayaan yang terlihat dan aktual  mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia.

  • Konflik dalam kebudayaan

Tidak ada satu kebudayaan yang terintegrasi secara penuh  kebudayaan ideal pasti akan bebeda dari praktek-prakteknya.setiap kebudayaan mengesahkan bagi anggota-anggotanya cita-cita tertentu dan norma-norma tertentu. Namun karena sebuah kebudayaan telah mengesahkan norma-norma tertentu hal tersebut tidaklah berarti bahwa norma-norma tersebut  selalu dipenuhi dan kemudian satu kebudayaan menekankan kepada anggota-anggotanya untuk memusatkan perhatian kepada tujuan-tujuan dan makin kurang menekankan norma-norma untuk mencapainya,dengan demikian kebudayaan diancam disorganisasi sampai mungkin mencapai suatu keadaan yang dinamakan Durkhen-anomi atau keadaan tanpa norma.

  • Konflik dalam pendidikan

Konflik  yang terjadi dalam dunia pendidikan ini berpusat pada pada proses pembelajaran dalam menyampaikan nilai-nilai kebudayaan dan tujuan anak-anak yang salah didik terkhusus dalam lingkungan sekolah.

  1. 2.      Nilai-Nilai Tradisional dan Nilai-Nilai Baru

Nilai-nilai tradisional adalah nilai-nilai yang masih tidak dipengaruhi dengan perkembangan IPTEK  sedangkan nilai-nilai baru adalah nilai-nilai yang dipengaruhi dengan perkembangan IPTEK

  • Konflik dalam Kebudayaan

Konflik yang terjadi adalah yaitu berpusat pada ketika kebudayaan itu berubah yang menimbulkan pertentangan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya terhadap nilai-nilai tradisonal dan nila-nilai baru

  • Konflik dalam pendidikan

Konflik yang terjadi berfokus pada kecenderungan guru-guru melakukan proses belajar mengajar atau dalam mendidik masih menggunakan nilainilai tradisional terkhusus pada guru-guru tua tidak sama dengan guru-guru muda .

  1. 3.      Nilai-nilai Dominan dan Nilai-nilai Minoritas

Nilai-nilai dominan adalah  nilai yang dianggap lebih penting daripada nilai lainnya sedangkan nilai-nilai minoritas adalah nilai yang secara umum tidak dianggap penting daripada nilai-nilai lainnya atau nilai-nilai yang tidak dominan.

  • Konflik dalam Kebudayaan

Secara umum konflik dalam kebudayaan yang terjadi adalah berfokus pada budaya kelas menengah ,banyak orang dipisahkan dari kebudayaan tersebut oleh kemiskinan,ras dan kekurangan pendidikan.

  • Konflik dalam Pendidikan

Secara umum konflik pendidikan yang terjadi adalah berfokus pada pada nilai-nilai kelas menengah yang secara tidak langsung menekan anak-anak dalam proses pembelajaran dan dalam berkomunikasi dengan orang lain.

 

  1. C.    Nilai-nilai Budaya dan Pemikiran Pendidikan
    1. 1.      Aliran Progresif

Pendidik progresif mengemukakan bahwa karena semua hal dan semua masyarakat berubah dan karena tidak ada sifat manusia yang kekal,semua nilai seyogyanya bersifat sementara.Pendidik progresif mempercayai bahwa dalam sebuah masyarakat demokrasi yang plural sekolah tidak dapat secara langsung  mendiktekan bagaimana bentuk hirarki nilai-nilai siswa-siswa seharusnya.

  1. 2.      Aliran Konservatif

Pandangan konservatif tentang niali-nilai mempunyai dua bentuk yaitu perenialis dan essensialis. Kaum perenialis mempercayai suatu hirarki nilai yang absolut,mempertahankan,bertentangan dengan praktek sekarang adalah tugas sekolah untuk menanamkan nilai-nilai itu, kaum esensialis menyebutkan bahwa meskipun sekolah tidak harus memberikan pendidikan moral secara terbuka,namun demikian dalam memperkembang intelek sekolah menanamkan nilai- nilai moral yang penting dari kejujuran intelektual dan berfikir reflektif.